- Backup
Menurut Connolly-Begg (2005, p550), backup adalah proses pembuatan salinan database dan arsip secara berkala ke dalam suatu media penyimpanan. Sebuah DBMS harus menyediakan fasilitas backup untuk membantu recovery kerusakan database yang akan terjadi. Selalu disarankan untuk membuat salinan backup dari database dan log file pada interval yang tetap dan memastikan bahwa salinan tersebut ada di lokasi yang aman. Pada saat terjadi kerusakan yang menyebabkan database tidak dapat digunakan, salinan backup dan detilnya yang disimpan di dalam log file digunakan untuk mengembalikan database ke kondisi konsisten terakhir yang paling mungkin. - Recovery Menurut Connolly-Begg (2005, p605), recovery adalah proses mengembalikan database ke kondisi semula sebelum terjadi kegagalan pada database. Database recovery adalah sebuah service yang disediakan oleh DBMS untuk memastikan bahwa database dapat diandalkan dan tetap dalam kondisi yang konsisten pada saat terjadi kerusakan.Jika kerusakan terjadi antara write ke buffer dan mengosongkan buffer ke secondary storage, recovery manager harus menentukan status dari transaksi yang melakukan write pada saat terjadi kerusakan. Jika transaksi telah melakukan commit, recovery manager harus melakukan kembali perubahan yang dilakukan oleh transaksi itu ke database (juga dikenal dengan roll-forward). Di sisi lain, jika transaksi belum di-commit pada saat terjadi kerusakan, recovery manager akan melakukan undo (rollback) perubahan apa saja yang dilakukan transaksi itu terhadap database.
- RAID (Redundant Array of Independent Disks)Menurut Connolly-Begg (2005, p552), RAID adalah sebuah teknologi yang menggunakan sejumlah besar susunan disk independen yang diorganisir untuk meningkatkan kehandalan dan kinerja sistem. Kinerja ditingkatkan melalui data striping, yaitu data disegmentasi menjadi beberapa partisi yang sama besar (striping unit) yang secara transparan didistribusikan ke beberapa disk. Hal ini terlihat seperti sebuah disk tunggal yang besar dan cepat dimana sebenarnya data didistribusikan ke beberapa disk yang lebih kecil. Pembagian data meningkatkan performa input output secara keseluruhan melalui beberapa input output yang berjalan secara paralel. Pada waktu yang sama pembagian data juga menyeimbangkan kapasitas diantara disk-disk.Kehandalan ditingkatkan melalui penyimpanan informasi secara redundan melalui disk-disk yang menggunakan skema paritas atau sebuah skema pembetulan kesalahan seperti kode Reed-Solomon. Dalam sebuah skema paritas, masing-masing byte mempunyai sebuah bit paritas yang menyimpan apakah bit di dalam byte yang bernilai 1 berjumlah genap atau ganjil. Jika jumlah bit dalam byte rusak, paritas baru dari suatu byte akan menjadi tidak sesuai dengan paritas yang telah disimpan. Sama halnya apabila paritas yang disimpan rusak, tidak akan sesuai dengan data dalam byte tersebut. Skema pembetulan kesalahan menyimpan dua atau lebih bit tambahan, dan dapat menyusun kembali data asli jika sebuah bit rusak. Skema-skema ini dapat digunakan melalui pembagian byte antar disk.
Minggu, 07 September 2014
KULIAH PTMD : SOLUSI KETIKA DATABASE TERJADI DOWN PADA MEDIA PENYIMPAN
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar