Sabtu, 06 September 2014

KULIAH PTMD : DISKLESS SYSTEM

       Pengertian diskless adalah mengizinkan client yang tidak dilengkapi dengan media penyimpan seperti harddisk, disket, CDROM dan sebagainya untuk dapat mengaktifkan system operasi dalam hal ini adalah Linux. Proses diskless akan membantu komputer client untuk dapat mengaktifkan system operasi tersebut dengan mengesekusi file kernel di sisi komputer client. Setelah proses diskless selesai, dilanjutkan akses melalui jaringan untuk mengeksekusi X-Server di sisi komputer client, sehingga komputer client dapat mengakses aplikasi diskless.




Proses tersebut memungkinkan komputer lama seperti komputer 486 yang mempunyai RAM 8 MB menggunakan diskless dapat menjalankan kernel dan mengeksekusi X-Server. Setelah proses ekseskusi X-Server berhasil, proses dialihkan ke client XDM pada komputer client dengan konfigurasi yang tinggi. Proses yang telah diarahkan tersebut seolah-olah berjalan di komputer client dengan kecepatan yang tinggi. Sebenarnya, proses tersebut terjadi di server sedangkan outputnya di client.
Proses Sistem Diskless
1.      Saat dinyalakan, komputer client mencari kernel di disket atau EEPROM pada ethernet card kemudian melakukan proses booting.
2.      Saat proses booting, komputer client akan segera mencari DHCP Server ke jaringan local.
3.      Proses inetd pada server akan menjalankan DHCP daemon untuk menanggapi permintaan komputer terminal/client. 
4.      DHCP akan membaca proses dari konfigurasi file /etc/dhcpd.conf dan mencocokkan alamat hardware (MAC) dari Ethernet card yang melakukan proses. Jika alamat tersebut telah cocok maka DHCP akan mengirimkan kembali informasi tersebut. Bagian informasi yang akan diberikan oleh DHCP adalah:
·         Alamat IP dari komputer terminal tersebut
·         Netmask dari jaringan local
·         Direktori dari file booting
·         Nama dari kernel yang dikirim 
5.      Setelah itu komputer client akan meminta informasi dari DHCP server dan akan menkonfigurasi TCP/IP interface dari ethernet card dengan parameter yang telah diberikan.
6.      Komputer client akan mengirimkan permintaan TFTP ke server untuk memulai mengambil kernel dari server.
7.      Setelah kernel diambil oleh komputer terminal/client, PC client/terminal memulai untuk menjalankan kernel.
8.     Kernel akan segera dijalankan untuk melakukan inisialisasi system dan semua perangkat keras yang terpasang pada komputer terminal.
9.      Kernel akan memberikan semua permintaan pengirim DHCP pada jaringan. Kode booting tidak memberikan informasi pada kernel, tetapi kernel meminta informasi pada dirinya sendiri.
10.  Server akan memberikan tanggapan dengan mengirimkan paket informasi lainnya dan informasi yang dibutuhkan kernel untuk dapat melanjutkan proses. Bagian informasi yang diberikann adalah
·         Alamat IP dikirimkan ke komputer terminal
·         NETMASK setting untuk jaringan local
·         Mengaitkan direktori root melalui NFS
·         Default Gateway
·         DNS server
·         Hostname komputer terminal (nama hostname dimasukkan pada bagian pertama dalam bootptab).
Sistem file dari root akan dikaitkan melalui NFS. Sistem file akan dikaitkan secara read only (hanya dapat dibaca), karena banyaknya komputer terminal yang terhubung dan menjalankan system sistem file yang sama dan dengan sistem file read only dapat dihindari modifikasi sistem file root oleh kompter terminal/client.
11.  Kontrol hanya dapat dijalankan dari kernel ke ‘init’ proses.
12.  Init akan membaca file /etc/inittab dan memulai setting up environment.
13.  Salah satu bagian pertama dalam file inittab adalah perintah rc.local yang akan menjalankan komputer terminal dalam bagian ‘sysinit’.
14.  Script rc.local akan menulis sebesar 4 MB ramdisk untuk semua kebutuhan menulis dan memodifikasi setiap saat.
15.  Ramdisk ini akan dikaitkan dalam kategori /tmp. Beberapa file membutuhkan untuk menulis beberapa file sementara ke dalam direktori /tmp dan beberapa symbolic links dalam file. Sebagai contoh, jika komputer terminal berjalan, komputer terminal akan mencoba untuk memodifikasi permission dalam /dev/tty0 dari bagian device. Jika bagiandevice ada dalam direktori /dev, permissions tidak bisa memodifikasi karena sistem file root adalah hanya bisa dibaca (read only). Jadi, dibutuhkan symbolic links untuk semua file dan membuat actual file/nodes dalam direktori /tmp (berisi file sementara dan dapat di edit).
16.  Mengaitkan sistem file /proc (sistem file semua yang dapat ditulis diatas memory). Digunakan untuk menginformasikan sistem biasanya tentang proses yang sedang berjalan.
17.  Konfigurasi loopback network interface.
18.  Beberapa direktori akan terbentuk dalam bagian sistem file /tmp yang akan digunakan oleh beberapa file pada saat sistem berjalan. Direktori-direktori tersebut antara lain adalah:
·         /tmp/compiled
·         tmp/var
·         /tmp/var/run
·         /tmp/var/log
·         /tmp/var/lock
·         /tmp/var/lock/subsys
19.  File /etc/XF86Config akan menghasilkan file konfigurasi dasar dalam /tftpboot/lts/ltsroot/etc/lts.conf. Di dalam file konfigurasi tersebut terdapat informasi tentang tipe mouse dan X parameter kombinasi lain yang tercipta dari file config untuk X.
20.  Script /tmp/start_ws akan terbentuk. Script ini akan menentukan bilamana X Server akan berjalan, dan alamat IP dari server berjalan pada XDM. Ini merupakan informasi dasar yang ada dalam file /tftpboot/lts/ltsroot/etc/lts.conf.
21.  File /tmp/syslog.conf akan terbentuk. File ini akan memberikan informasi sys logd daemon, host dari network akan dikirimkan beserta informasi log-in. Syslog host adalah spesifikasi dalam file lts.conf Syslog merupakan symbolic link /etc/syslog.conf yang intinya berada pada file /tmp/syslog.conf
22.  Pada saat syslogd daemon berjalan, daemon tersebut digunakan hanya untuk membuat file config.
23.  Kontrol dijalankan kembali pada init. Init akan melihat initdefault yang dimasukkan untuk menentukan level berjalan pada runlevel mana.
24.  Jika level berjalan pada runlevel 3, shell akan berjalan pada konsol (console). Ini bagus untuk digunakan hal-hal mengenai trouble shooting.
25.  Jika level berjalan pada runlevel 5, /tmp/start_ws script akan diambil dari jaringan, yang akan menghasilkan X Window, atau memulai menjalankan bagian telnet dari client, berjalan pada konfigurasi semula, yaitu ‘UI_MODE’
26.  Jika mode GUI sebagai pilihan, X akan aktif dan akan memulai mengirim XDMCP antrian pada server, akan muncul kotak dialog yang digunakan untuk login ke client.
27.  Pada saat user login, sebenarnya dia menjalankan proses pada server. Jadi, jika muncul Xterm pada komputer terminal, proses sebenarnya sedang berjalan pada server, dan tampilan gambar keluar pada komputer terminal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar